Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Smooth scrolling di iOS

body {-webkit-overflow-scrolling: touch;}

Resize or Reduce LVM Ubuntu

Hari ini saya coba-coba resize volume LVM di Ubuntu lewat gparted. Ternyata tidak bisa, meskipun lewat live CD. Akhirnya saya coba-coba lihat di internet langkah-langkahnya. Dan ternyata berakhir dengan kegagalan! Filesistemnya corrupt dan data saya hilang semua. Apa boleh buat. Haha.

Tapi dari situ akhirnya saya belajar dan mencoba lagi. Saya install ulang lagi ubuntunya kemudian mencoba resize lagi lewat live cd. Dan kali ini berhasil. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Misalkan partisi LVM ada di /dev/sda3. Kita berniat untuk reduce volume root sebanyak 5GMappingnya root ada di /dev/mapper/ubuntu--vg-rootMaka yang perlu dilakukan adalah:

sudo lvreduce -L -5G /dev/mapper/ubuntu--vg-root

(yang perlu diperhatikan: ada tanda - di depan 5G, itu artinya pengurangan sebanyak 5G, tapi jika tidak diberi - maka artinya akan berkurang menjadi 5G)
Setelah berhasil, maka akan ada kekosongan space sebanyak 5G di /dev/sda3, tapi ini belum bisa diresize biarpun menggunakan gparted.Agar bisa di…

Checkout atau deploy ke website menggunakan git

Sebelum melakukan checkout atau deploy, maka pertama-tama kita buat dulu directory tempat website akan ditaruh. Misalkan kita taruh websitenya di /var/www/website_yudha:
mkdir /var/www/website_yudha

Kemudian di config git kita tambahkan worktree di git dir (misalkan di /var/git/yudha.git):
git config --path core.worktree /var/www/website_yudha

Konfigurasi sudah selesai. Jadi saat mau deploy, maka cukup kita lakukan checkout di git dir.
cd /var/git/yudha.git git checkout -f

Docker tanpa sudo

Jika kita menjalankan docker tanpa sudo maka akan muncul error tentang socket. Untuk mengatasinya yaitu dengan memasukkan user ke dalam group docker. Misalkan nama user yudha, maka ketik di terminal:

sudo usermod -a -G docker yudha

Lalu Enter dan logout.

Setup FTP Server di Ubuntu dengan vsftpd dan xinetd

Pertama-tama install vfstpd dan xinetd
sudo apt install vsftpd
sudo apt install xinetd



Kemudian buat konfigurasi file di /etc/xinted.d/vsftpd
sudo nano /etc/xinetd.d/vsftpd

Isinya:
service ftp
{
        disable                 = no
        socket_type             = stream
        wait                    = no
        user                    = root
        server                  = /usr/sbin/vsftpd
        per_source              = 5
        instances               = 200
        no_access               = 10.1.1.10
        banner_fail             = /etc/vsftpd.busy
        log_on_success          += PID HOST DURATION
        log_on_failure          += HOST
}


Setelah selesai simpan. Tekan Ctrl+X untuk save and close.
Selanjutnya ubah konfigurasi di vsftpd.

sudo nano /etc/vsftpd.conf
edit:
listen=YES
menjadi:
listen=NO





Selanjutnya matikan service vfstpd yang sedang berjalan dan restart service xinetd
sudo service vsftpd stop
sudo service xinetd restart


Sumber: https://linuxconfig.org/how-to-setup-and-use-ftp-se…

Simple Linux Service

Buat file misalkan namanya coba. Buat di /etc/init.d/coba. Isinya:

#! /bin/sh
### BEGIN INIT INFO
# Provides:          coba
# Required-Start:
# Required-Stop:
# Default-Start:     2 3 4 5
# Default-Stop:      0 1 6
# Short-Description: daemon to balance interrupts for SMP systems
### END INIT INFO
# coba script
# January 2017
# Yudha Rachmat Hidayat

NAME=Coba
DESC="Python Bottle Daemon"
PIDFILE="/var/run/${NAME}.pid"
LOGFILE="/var/log/${NAME}.log"

# PHP binary path
DAEMON="/usr/bin/python"

# Path of your python script
DAEMON_OPTS="/usr/share/bottle/http.py"

START_OPTS="--start --background --make-pidfile --pidfile ${PIDFILE} --exec ${DAEMON} ${DAEMON_OPTS}"
STOP_OPTS="--stop --pidfile ${PIDFILE}"

test -x $DAEMON || exit 0

set -e

case "$1" in
start)
echo -n "Starting ${DESC}: "
start-stop-daemon $START_OPTS >> $LOGFILE
echo "$NAME."
;;
stop)
echo -n "Stopping $DESC: "
start-stop-daemon $STOP_OPTS
echo &q…

Proxy pass pada location di nginx

location /gis/ { rewrite ^/gis(/.*)$ $1 break; proxy_pass http://127.0.0.1:8080/; proxy_set_header Host $host; proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr; proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for; proxy_redirect off; }

Apache Multiple Domain CORS

Tambah ini di VirtualHost:
<IfModule mod_headers.c>   SetEnvIfNoCase Origin "https?://(www\.)?(yudha\.web\.id|apabae\.com)(:\d+)?$" ACAO=$0   Header set Access-Control-Allow-Origin %{ACAO}e env=ACAO </IfModule>
Contoh:
<VirtualHost *:80>    ServerName api.yudha.id     DocumentRoot /var/www/html/api <IfModule mod_headers.c>       SetEnvIfNoCase Origin "https?://(www\.)?(yudha\.web\.id|apabae\.com)(:\d+)?$" ACAO=$0       Header set Access-Control-Allow-Origin %{ACAO}e env=ACAO   </IfModule></VirtualHost> Catatan:
Kadangkala module headers belum aktif, untuk mengaktifkan ketik di terminal:
a2enmod headers